Menpora Dito Jadikan Bandung Percontohan

Menpora Dito Jadikan Bandung Percontohan

Menpora Dito Jadikan Bandung Percontohan. Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan olahraga di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menjadikan kota Bandung sebagai percontohan bagi daerah-daerah lain dalam pengembangan olahraga. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Bapak Zainudin Amali atau yang akrab disapa Dito dalam kunjungannya ke Bandung pada tanggal 15 September 2021.

Dalam kunjungannya tersebut, Menpora Dito bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta berbagai pihak terkait di bidang olahraga. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mengembangkan olahraga di Bandung dan sekaligus menjadikannya sebagai percontohan bagi daerah-daerah lain.

Menpora Dito menyampaikan bahwa Bandung memiliki potensi yang besar dalam bidang olahraga. Kota ini memiliki banyak fasilitas olahraga yang memadai, seperti stadion, lapangan, dan pusat kebugaran. Selain itu, Bandung juga memiliki tradisi olahraga yang kuat, dengan banyak klub dan komunitas olahraga yang aktif.

Menpora Dito berharap bahwa dengan menjadikan Bandung sebagai percontohan, daerah-daerah lain di Indonesia dapat mengikuti jejaknya dalam mengembangkan olahraga. Dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada, setiap daerah dapat menciptakan program olahraga yang bermanfaat bagi masyarakatnya.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan oleh Menpora Dito adalah peningkatan kualitas pelatihan dan pembinaan atlet di daerah. Menurutnya, penting untuk mengidentifikasi dan melatih bakat-bakat olahraga yang ada di setiap daerah, sehingga mereka dapat berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Menpora Dito juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam pengembangan olahraga. Pemerintah daerah perlu memberikan dukungan finansial dan non-finansial kepada klub dan komunitas olahraga, serta membangun infrastruktur olahraga yang memadai.

Selain itu, Menpora Dito juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif dalam berolahraga. Olahraga bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan mental dan sosial. Dengan berolahraga, masyarakat dapat menjalin hubungan yang baik, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengembangkan potensi diri.

Menpora Dito berharap bahwa dengan menjadikan Bandung sebagai percontohan, olahraga di Indonesia dapat semakin berkembang dan mencetak atlet-atlet berprestasi. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam berolahraga dan menjaga gaya hidup sehat.

Sebagai langkah awal, Menpora Dito akan memberikan bantuan dan dukungan kepada Pemerintah Kota Bandung dalam pengembangan olahraga. Bantuan tersebut meliputi penyediaan dana untuk pembangunan fasilitas olahraga, pelatihan bagi pelatih dan atlet, serta program-program pengembangan olahraga yang berkelanjutan.

Menpora Dito Jadikan Bandung Percontohan

Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan Bandung dapat menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain dalam pengembangan olahraga. Semoga dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, olahraga di Indonesia dapat semakin maju dan mencetak atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa.

Bandung: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) memberikan apresiasi atas peran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Komunitas Fest 2023. Menurut Menpora, apa yang dilakukan Dispora Bandung ini patut ditiru daerah-daerah lainnya.

Hal ini dikatakan Menpora saat menghadiri Komunitas Fest 2023 x Festival Entrepreneur 3.0 di Cihampelas Walk Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/12) malam. Festival ini merupakan kerja sama antara Kemenpora RI dan Dispora dengan Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung.

Menpora Dito Jadikan Bandung Percontohan

“Banyak terima kasih dari saya kepada Dispora Bandung yang sudah mendukung acara perdana kami untuk Komunitas Fest ini,” kata Menpora Dito.

Menurut Menpora, Bandung adalah salah satu kota di mana perkembangan komunitasnya sangat agresif. Hal itulah yang melatarbelakangi Kemenpora memilih Bandung sebagai titik pertama penyelenggaraan Komunitas Fest.

Lebih lanjut Menpora Dito menyatakan saat ini sedang berusaha mengembalikan kementerian supaya benar-benar relevan untuk anak-anak muda. Pemkot Bandung melalui Dispora dianggap mendukung upaya tersebut karena terlihat aktif menggandeng komunitas-komunitas.

“Semoga langkah utama kami ini bisa nanti disambut banyak pemda kota lainnya. Karena tidak mungkin kita bekerja sendiri,” ujar Menpora Dito.

Menpora Dito Jadikan Bandung Percontohan

Atas langkah yang telah dilakukan itu, Menpora menyebut bakal menjadikan Dispora Kota Bandung sebagai percontohan untuk dinas-dinas kepemudaan di kota-kota lainnya. Supaya bisa memahami bagaimana cara mendekati, menjalin hubungan, menyemangati, serta memberikan dukungan pada komunitas-komunitas pemuda.

“Jadi dari atas sampai bawah kita semua harus bekerja sama. Contohnya di Bandung ini sangat ramai anak-anak muda. Semoga ini bisa menjadikan motivasi dan contoh bagi pemerintah kota, kabupaten, maupun provinsi lainnya,” tegas Menpora Dito.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan Mengepal : Merupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaitu: Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis

By seowora